×

Tekan Enter untuk mencari

Putri NU Berkarya

Anggun dalam Moral,
Unggul dalam Intelektual

Lahir dari kesadaran akan pentingnya wadah khusus bagi pelajar putri NU untuk menempa diri, berorganisasi, dan berkontribusi bagi agama dan bangsa sejak 1955.

HARI LAHIR IPPNU
2 Maret 1955
Malang, Jawa Timur (8 Rajab 1374 H)

Bermula dari inisiatif para pelajar putri yang menginginkan otonomi dalam pembinaan. Ide ini muncul karena kebutuhan spesifik pelajar putri yang berbeda dengan putra, sehingga lahirlah wadah khusus bagi Pelajar Putri Nahdliyat.

Hj. Umroh Machfudzoh

Hj. Umroh Machfudzoh

Ketua Umum Pertama IPPNU
Tokoh Perintis & Penggerak

Dinamika Perjalanan

Transformasi nama dan fokus organisasi mengikuti tantangan zaman.

1955

IPNU Putri & IPPNU

Pada masa embrio dikenal sebagai IPNU Putri. Pada 2 Maret 1955 dideklarasikan resmi menjadi badan otonom Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama.

1988

Ikatan Putri-Putri NU

Kongres IX Jombang: Menyesuaikan UU Keormasan Orde Baru, kata "Pelajar" diganti. Basis massa meluas ke seluruh putri NU.

2003

Kembali ke Khittah

Kongres XIII Surabaya: Era Reformasi menjadi momentum kembali ke nama asal Ikatan Pelajar Putri NU. Fokus pada pengkaderan di sekolah & pesantren.

Trilogi Pengkaderan

Tiga pilar utama sasaran dakwah dan kaderisasi IPPNU.

Pelajar & Mahasiswi

Membina intelektualitas dan keterampilan akademis di sekolah umum dan perguruan tinggi.

Santri Putri

Menguatkan nilai-nilai keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di lingkungan pesantren.

Karakter Bangsa

Mencetak kader putri yang bertaqwa, berakhlakul karimah, dan berwawasan kebangsaan yang luas.