“...muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga”, itulah kalimat yang sering kita jumpai di kalangan remaja. Banyak remaja yang menggunakan prinsip itu sebagai pembenaran atas hidupnya yang tidak memiliki arah. Walaupun prinsip ini tidak realistis di kehidupan nyata, sebagian remaja menghabiskan waktunya untuk melakukan perilaku menyimpang, seperti tawuran, ikut geng motor, narkoba dan sebagainya.

Kenakalan remaja bukanlah hal baru bagi kita. Dari banyaknya faktor yang ada, kita memerlukan solusi yang bisa mengatasi masalah ini. Hal ini menjadi penting, mengingat betapa besarnya peran pemuda bagi negara ini, betapa besarnya harapan negara kepada para penerus ini dalam memandu jalannya hidup bernegara. Ketika penerus ini merupakan pemuda yang berkualitas, maka besar kemungkinan nasib bangsa ini akan baik, begitupun sebaliknya.

Mengutip artikel Kompasiana yang berdasar pada data Badan Narkotika Nasional (BNN), dilaporkan 2,29 juta remaja Indonesia terlibat dalam penyalahgunaan narkoba pada 2020 dan terus mengalami peningkatan hingga 2022​(Farhan, 2024)​. Selain itu, aksi tawuran antar pelajar dan berbagai aksi kenakalan remaja lainnya masih marak di Indonesia terkhusus Jawa Tengah. Melihat fakta-fakta ini, membuktikan kenakalan remaja bukanlah masalah kecil dan harus dihadapi bersama.

Menghadapi masalah ini, kita perlu memahami penyebab kenakalan remaja dan bagaimana strategi yang bisa dilakukan bersama. Kenakalan remaja dapat dipengaruhi beberapa faktor, seperti faktor lingkungan, keluarga, teman, kesehatan mental atau bahkan perkembangan teknologi. Dan untuk mengatasinya diperlukan sinergi yang kuat antar pihak dalam membina perkembangan para remaja.

Faktor lingkungan punya peranan besar dalam pertumbuhan seorang remaja. Seperti penggalan kata “Lingkungan adalah guru terbaik”, seseorang dapat belajar nilai-nilai kehidupan dari lingkungan. Ketika lingkungan dapat memberikan nilai positif, orang-orang di dalamnya juga akan merasakan efek positifnya. Begitupun sebaliknya, lingkungan yang tidak baik dapat memberikan dampak negatif pula, dan ini menjadi salah satu faktor penyebab para remaja tidak terdidik secara moral.

Peran organisasi kepemudaan di sini adalah menjadi lingkungan yang baik bagi anggotanya. Ketika seorang pemuda mengikuti suatu organisasi dengan orientasi kegiatan yang positif, akan ikut terpengaruh juga secara positif. Dengan mengikuti organisasi, para remaja dapat menggunakan waktunya dengan hal yang lebih bermanfaat. Kemudian, dapat melatih kemampuan interaksi sosial yang baik dan menumbuhkan sikap kepedulian sosial. Kemudian, untuk menciptakan lingkungan yang baik, suatu organisasi harus memiliki program strategis sehingga dapat menciptakan anggota yang berkualitas, baik dari segi pengetahuan maupun moral.

Seperti dalam suatu hadits yang artinya :

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengingatkan, “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Salah satu organisasi yang mungkin menjalankan peran itu semua yaitu IPNU(Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) dan IPPNU(Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama). IPNU IPPNU merupakan suatu organisasi kepemudaan yang mempunyai basic keislaman di dalamnya. Seperti organisasi lainnya, IPNU IPPNU mempunyai visi dan misi untuk memberdayakan anggota anggotanya, serta mempersiapkan kader-kader penerus bangsa. Tapi selain itu, IPNU IPPNU juga terus mempertahankan nilai-nilai Islam yang tentunya bisa menjaga moralitas anggotanya.

Sebagai contoh nyata, terdapat kisah pemuda yang berubah hidupnya setelah mengikuti organisasi kepemudaan. Katakanlah dia “si Rekan”, pernah mempunyai kehidupan yang kurang kondusif dan menjadi pelaku kenakalan remaja. “si Rekan” bergaul dengan remaja lain yang kurang baik. Kumpulan remaja ini terbiasa mabuk dan melakukan hal tak bermanfaat lainnya, sehingga “si Rekan” pun tak lepas dari ajakan mabuk teman-temannya.

Suatu saat dia ketahuan habis mabuk oleh keluarganya, dan itu menjadi pukulan keras bagi keluarganya karena kurangnya pengawasan. Titik balik dimulai ketika dibentuknya pimpinan IPNU-IPPNU di daerah “si Rekan” ini. Keikutsertaanya dalam organisasi, perlahan merubah hidupnya menjadi lebih baik. Kini lingkungannya menjadi lebih terjaga dan terhindar dari aksi kenakalan remaja. Waktu yang dulunya digunakan untuk hal yang tidak bermanfaat, kini menjadi masa perbaikan dan peningkatan diri, baik jasmani maupun rohani, bahkan kini “si Rekan” ini menjadi kader yang menjadi penggerak anggota lainnya.

Hijrahnya “si Rekan” menjadi satu contoh keberhasilan IPNU IPPNU memberikan dampak baik, terutama remaja. Ketika seorang remaja yang pernah menjadi pelaku kenakalan remaja, dapat diarahkan ke jalan yang lebih baik dengan binaan organisasi yang tepat. Sehingga organisasi ini dapat menjadi ruang baginya untuk memperbaiki diri dan mencari jalan hidup yang lebih baik.

Dalam suatu kegiatan, Wakil Gubernur yang biasa disapa Gus Yasin membahas isu kenakalan remaja. Di sana, beliau memberikan gagasan pendidikan berbasis karakter dalam membina kaum muda. Kemudian salah satu solusi yang diberikan adalah dengan kolaborasi dengan lintas organisasi, untuk membina generasi muda dan menjaga ketahanan sosial masyarakat.

“Kami rangkul semua elemen, termasuk Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, Aisyiyah, semua kami beri ruang,” tutur beliau. ​(Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, 2025)​. Secara tidak langsung, ini menjadi pertanda pemerintah percaya organisasi IPNU IPPNU dapat berkontribusi dalam menangani kenakalan remaja.

Kenakalan remaja adalah masalah tidak bisa diabaikan. Diperlukan langkah nyata dalam mengurangi angka kenakalan remaja. Faktor lingkungan dan pergaulan memberikan pengaruh yang besar. Di samping itu, pembinaan dan pendidikan karakter menjadi penting dalam rangka menyiapkan penerus bangsa di masa mendatang.

Oleh karena itu, kehadiran organisasi kepemudaan seperti IPNU IPPNU menjadi penting. Tidak sekedar menjadi tempat berkumpul, IPNU IPPNU juga menjadi wadah untuk mengembangkan keterampilan sosial dan pengetahuan. Penanaman nilai-nilai keislaman dalam IPNU IPPNU juga ikut mendorong pendidikan moral remaja sekarang ini. Sehingga dapat menjadi lingkungan yang sehat dan produktif bagi remaja.

Seperti dalam jargon andalan PC IPNU IPPNU Purbalingga “Kita adalah keluarga” menjadi salah satu impian berdirinya organisasi ini. Marilah kita rangkai ikatan harmonis dalam organisasi dan kita rangkul mereka-mereka yang tidak beruntung. Dengan dukungan semua pihak, kita jadikan organisasi ini sebagai tempat berteduh di tengah derasnya perkembangan zaman. Kita bentuk generasi unggul yang tidak hanya pandai berargumen namun juga berakhlak baik. Membina remaja saat ini, berarti menanamkan harapan besar untuk bangsa yang harus kita rawat bersama hingga kita dapat melihat buah hasilnya di masa depan.